Sejarah Permainan Judi Paling Populer di Abad Pertengahan

Jika dilihat dari sejarah yang mereferensikan waktu tanpa ada internet, Tv, sudah ada musik dan buku, di abad pertengahan judi memiliki posisi yang mudah dan merupakan hiburan bagi para pekerja dan bahkan raja.

Karena Keberuntungan dan masa depan tidak memiliki kebiasaan untuk membedakan antara miskin atau kaya, permainan judi abad pertengahan dikenal sebagai kebodohan dan kehancuran banyak orang. Kehilangan pakaian, uang, kuda yang hilang, perkebunan, dan bahkan separuh kerajaan melalui permainan kartu abad pertengahan dan dadu abad pertengahan yang sekarang hanya menjadi fakta menyenangkan dari masa lalu yang disebutkan secara sepintas pernah menjadi kejadian sehari-hari banyak orang.

Raja Henry VII juga menyebutkan kecintaannya kepada judi, namun jarang ia mendapatkan keberuntungan di dalamnya dan menyebabkan dirinya menderita kerugian serta hutang yang besar. Meski mengesahkan undang-undang yang mencegah “seorang magang, pekerja pertanian, buruh, atau karyawan di bidang kerajinan” dari perjudian, ia diketahui sering bertaruh pada catur, dadu, dan tenis.

Tapi, permainan yang dimainkan pada abad pertengahan apakah hanya seputar uang dan kemenangan? Sepertinya iya. Untuk keseluruhan, permainan kartu abad pertengahan cukup memberikan kesenangan dan ini adalah cara untuk bersenang-senang di waktu tersebut. Judi pada saat itu masuk ke setiap aspek yang ada.

Penginapan yang ada di Inggris pada abad ke 12 dan 13, mulai menjadi umum di abad ke 15. Ini lebih umum ditemukan di kota-kota besar, terutama di Inggris. Penginapan dengan cepat tumbuh menjadi landmark pemukiman tempat mereka berada, dan penggerak ekonomi yang vital.

Di Prancis dan Roma, penginapan menjadi pusat perdagangan dengan hak mereka sendiri, karena para pedagang biasanya menggunakannya sebagai titik pertemuan di mana mereka bertukar barang tanpa harus mencapai kota.

Yang menarik, meskipun penginapan menjadi tempat sementara bagi para pedagang dan penjelajah, sejarah menjelaskan kalau judi adalah hal yang umum ditemukan di sana. Pada penjaga penginapan berperilaku sebagai seorang bandar, menjaga properti pernjudi dengan ditukar uang, membuat mereka bisa tetap berjudi. Permainan dadu tidak diperbolehkan di banyak kota, karena banyak orang yang kehilangan harta mereka karena permainan ini, termasuk pakaian mereka. Namun, terlepas dari larangan perjudian, perjudian terus berkembang sepanjang abad pertengahan.

Tidak seperti di penginapan, di kedai yang merupakan tempat umum untuk minum-minum, berusaha untuk memenuhi tingkat masyarakat yang lebih sejahtera. Namun, mereka juga mendorong perjudian, bersama dengan kegiatan menarik lainnya yang serupa.

Meskipun di abad pertengahan permainan kartu tidak seperti saat ini, mereka cukup memberikan peran pada kehidupan malam saat itu. Tapi permainan abad pertengahan di kedai tidak hanya mengenai kartu dan dadu saja, ini juga bisa berupa tembakan panah, bermain bowling, dan membuat hiburan di kedai menjadi lebih menyenangkan.